Dialog Bahasa Inggris tentang Bertemu Teman Lama Lengkap dengan Terjemahan

Posted on

Dear Readers,

Seberapa banyak teman yang kalian miliki dalam kehidupan ini?

Teman yang selalu ada dalam setiap moment berharga adalah sosok yang tak dapat dilupakan dan tak akan lekang oleh waktu. Tetapi… kadang jarak memisahkan untuk sementara. Sedalam samudra dan seluas langit di angkasa tak kan mungkin sanggup mendeskripsikan betapa rasa rindu ingin bertemu dan bercerita tentang masa yang pernah dilalui bersama.

Nah, biasanya apa saja sih yang diceritakan jika bertemu teman lama?
Yuk kita simak bersama contoh dialog Bahasa Inggris di bawah ini!

PustakaBahasaInggris.com – Artikel hari ini berisi contoh Dialog Bahasa Inggris tentang Bertemu Teman Lama. Temukan materi Bahasa Inggris terkait dengan contoh dialog di bawah ini.

Let’s go!

Dialog Bahasa Inggris tentang Bertemu Teman Lama Lengkap dengan Terjemahan

Dialog Bahasa Inggris tentang Bertemu Teman Lama Lengkap dengan Terjemahan

Note: Contoh Dialog di bawah ini cukup panjang, jadi siapkan waktu ekstra ya guys. 🙂 Jangan lupa juga dapatkan materi lainnya pada link terkait yang sudah saya sediakan. Good Luck!


Dialog dan Terjemahan

Situation: Geoge is an old friend of Smith. They have not been seen each other for years. What’s the story? Let’s check this out!
Situasi: Geoge adalah teman lama Smith. Mereka belum pernah bertemu selama bertahun-tahun. Apa ceritanya? Mari kita periksa ini!

(on the phone)
(sedang menelepon)

Smith: May I speak to George?
Smith: Bolehkah aku berbicara dengan George?

George: Who’s speaking?
George: Siapa yang berbicara?

Smith: I’m an old friend of him, Smith.
Smith: Aku teman lama dia, Smith.

George: Oh my gosh! Where have you’ve been, bro?!
George: Astaga! Kemana saja kamu, bro?

Smith: It’s a long… long way to tell to you. Would you like to come to see me?
Smith: Ini adalah kisah yang panjang untuk diceritakan kepada mu. Apakah kamu ingin datang menemui ku?

George: Absolutely, my friend. Where?
George: Tentu saja, temanku. Dimana?

Smith: In our favorite place an hour later.
Smith: Di tempat favorit kita satu jam kemudian.

George: Got it. See you there.
George: Mengerti. Sampai jumpa.

later…
kemudian…

Smith: Oh, my man. It’s nice to see you again.
Smith: Oh, teman ku. Senang bertemu denganmu lagi.

George: Yeah. I’m so glad to see you. How are you doing?
George: Ya. Aku sangat senang melihat mu. Apa kabar?

Smith: I’m good. How about you?
Smith: Aku baik-baik saja. Bagaimana dengan kamu?

George: Yeah. So am I. Btw, where have you been?
George: Ya. Begitu juga aku. Ngomong-ngomong, dari mana saja kamu?

Smith: Wait… Have you take some orders for us?
Smith: Tunggu … Apakah kamu sudah memesan pesanan untuk kita?

George: Don’t worry. I’ve done it. Just wait and see because I never forget our favorite menu.
George: Jangan khawatir. Aku telah melakukannya. Tunggu dan lihat saja karena aku tidak pernah melupakan menu favorit kita.

Smith: You’re not changing, man. That’s why I miss you so badly.
Smith: Kamu tidak berubah, bung. Itu sebabnya aku sangat merindukanmu.

George: Really? I’m not too sure about it. Hahahaha…
George: Benarkah? Aku tidak terlalu yakin tentang itu. Hahahaha…

Smith: Come on. Give me a hug.
Smith: Ayo. Peluk aku.

George: Come here. I miss you, my old friend. 🙂
George: Kemarilah. Aku merindukanmu teman lamaku. 🙂

Smith: Do you often come here?
Smith: Apakah kamu sering datang ke sini?

George: Sometimes. You know, this place is just as before. Nothing really changes at all. I can still smell the atmosphere.
George: Terkadang. Kamu tahu, tempat ini sama seperti sebelumnya. Tidak ada yang benar-benar berubah sama sekali. Aku masih bisa mencium atmosfirnya.

Smith: Hahaha… Bad students! I remember when we skipped school. This place was the best spot to hide from the teachers.
Smith: Hahaha … Murid nakal! Aku ingat ketika kita bolos sekolah. Tempat ini adalah tempat terbaik untuk bersembunyi dari para guru.

George: Yeah, we smoked until hurt out throat. Then my breath scent was like an ashtray.
George: Ya, kita merokok sampai sakit tenggorokan. Lalu aroma nafasku seperti asbak.

Smith: Yeah… I remember that.
Smith: Ya … Aku ingat itu.

George: Then you got around and acted like a crackerjack.
George: Lalu kamu berkeliling dan bertingkah seperti jagoan.

Smith: I did it because I had you to control the situation if there was a punk who wanted to try my balls or the situation became worst.
Smith: Aku melakukannya karena aku punya kamu untuk mengendalikan situasi jika ada berandalan yang ingin mencoba nyali ku atau situasi menjadi lebih buruk.

George: Yeah. That was our bad times, acted like a crackerjack. That was not a big deal because we were teenagers at that time. But you know, man. People changed.
George: Ya. Itu adalah masat buruk kita, bertindak seperti seorang jagoan. Itu bukan masalah besar karena kita masih remaja pada waktu itu. Tapi kamu tahu, kawan. Orang-orang berubah.

Smith: I can’t catch your words. What are you trying to tell me?
Smith: Aku tidak bisa menangkap kata-kata mu. Apa yang kamu coba katakan padaku?

George: Time to change a man to be a better person. I loved to smoke 3 packs of cigarettes in a day. But I quit. I realize that is not good for my health.
George: Waktu mengubah seorang pria menjadi orang yang lebih baik. Aku suka merokok 3 bungkus dalam sehari. Tapi aku berhenti. Aku sadar itu tidak baik untuk kesehatan ku.

Smith: For real! I’m glad to hear that. I agree with you. Last time, I acted like a crackerjack. That was not good for social intercommunication. I realize if I don’t have you anymore as my bodyguard. So, low profile is the best way to get a good social intercommunication with adult people.
Smith: Sungguh! Aku senang mendengarnya. Aku setuju dengan kamu. Terakhir kali, aku bertingkah seperti jagoan. Itu tidak baik untuk pergaulan sosial. Aku menyadari jika aku tidak memiliki mu lagi sebagai pengawal ku. Jadi, low profile adalah cara terbaik untuk mendapatkan interkomunikasi sosial yang baik dengan orang dewasa.

George: Certainly.
George: Tentu saja.

Waiter: Excuse me. This is your order, pals. Have you enjoy the menu.
Pelayan: Permisi. Ini pesanan kalian, teman-teman. Selamat menikmati hidangannya.

Smith: Thanks. Are you a new worker here.
Smith: Terima kasih. Apakah kamu pekerja baru di sini.

Waiter: Yes, I am. Is there anything else, pals?
Pelayan: Ya. Apakah ada yang lain, teman?

Smith: May I ask you a question?
Smith: Bolehkah aku mengajukan pertanyaan?

Waiter: Yes, please.
Pelayan: Silahkan.

Smith: Where is Mr. Lyncoln?
Smith: Di mana Mr. Lyncoln?

Waiter: Oh, he passed away 5 months ago.
Pelayan: Oh, dia meninggal 5 bulan lalu.

Smith: Oh, no. I’m sorry to hear that.
Smith: Oh, tidak. Aku turut berduka mendengarnya.

Waiter: That was shocking news. He got a heart attack.
Pelayan: Itu berita mengejutkan. Dia kena serangan jantung.

Smith: What a bad news.
Smith: Benar-benar kabar buruk.

Waiter: Yup… This store was closed for a week to respect him. Btw, if you need something, call me, please.
Pelayan: Yup … Toko ini ditutup selama seminggu untuk menghormatinya. Ngomong-ngomong, iika kalian butuh sesuatu, hubungi saya.

Smith: Sure. Thanks.
Smith: Tentu. Terima kasih.

Waiter: You’re welcome.
Pelayan: Sama-sama.

Smith: Did you hear that? Mr. Lyncoln had a heart attack.
Smith: Apakah kamu mendengar itu? Mr. Lyncoln mengalami serangan jantung.

George: I didn’t hear that news. He was a good person.
George: Aku tidak mendengar berita itu. Dia orang yang baik.

Smith: Yeah. He taught us the meaning of life.
Smith: Ya. Dia mengajarkan kita arti hidup.

George: I always remember what he said that hiding is not the best way to face the problem.
George: Aku selalu ingat apa yang dia katakan bahwa bersembunyi bukanlah cara terbaik untuk menghadapi masalah.

Smith: Yeah.
Smith: Ya.

George: Well… Why did you call me with a new phone number?
George: Nah… Mengapa kamu menelpon ku dengan nomor telepon baru?

Smith: I lost my handphone.
Smith: Aku kehilangan ponsel ku.

George: I’m so sad to hear that.
George: Aku sangat sedih mendengarnya.

Smith: Thanks. Since then, I couldn’t access my Gmail including the social media. But I always remember your phone number.
Smith: Terima kasih. Sejak itu, aku tidak dapat mengakses akun Gmail ku termasuk media sosial. Tapi aku selalu ingat nomor telepon mu.

George: Hahaha… How could you forget it?! We bought those numbers at the same time. That’s only different number as the last character.
George: Hahaha … Bagaimana kamu bisa melupakannya?! Kita membeli nomor pada saat yang bersamaan. Itu hanya angka yang berbeda sebagai karakter terakhir.

Smith: Hahaha…
Smith: Hahaha…

George: So, tell me about a girl!
George: Jadi, ceritakan tentang seorang gadis!

Smith: No… I don’t have a time for looking a girl.
Smith: Tidak … Aku tidak punya waktu untuk mencari seorang gadis.

George: For real!
George: Sungguh!

Smith: Seriously. But, there was a girl who didn’t like me when I played and hung out together with you. She was Nancy, wasn’t it?
Smith: Serius. Tapi, ada seorang gadis yang tidak menyukaiku ketika aku bermain dan bergaul denganmu. Dia adalah Nancy, bukan?

George: Damn!
George: Sial!

Smith: Tell me, man. Why did you leave her?
Smith: Katakan padaku, kawan. Kenapa kamu meninggalkannya?

George: Nope! She left me. Because she had a better person taking home.
George: Tidak! Dia meninggalkan aku. Karena dia memiliki orang yang lebih baik.

Smith: Easy, man.
Smith: Tenang, bung.

George: I’m cool. That’s okay. It was a past story. I put my past on my back than I just walk away. Easy and smooth.
George: Aku tenang. Tidak apa-apa. Itu adalah kisah masa lalu. Aku melupakan masa lalu ku di belakang lalu aku pergi begitu saja. Mudah dan halus.

Smith: Hahaha… Tell me if you still love her. Love at the first sight.
Smith: Hahaha … Katakan kalau kamu masih mencintainya. Cinta pada pandangan pertama.

George: Okay. I ask you something. You want to end this conversation, don’t you?
George: Oke. Aku bertanya sesuatu padamu. Kamu ingin mengakhiri percakapan ini, bukan?

Smith: Hahahaha… at ease, man. Slow down. Take a breath and drink the coffee.
Smith: Hahahaha … tenang, bung. Pelan – pelan. Ambil nafas dan minum kopi.

George: I was angry when she wanted to break off with the reason that did not make sense. But, time goes on and she is not the one coming back for me.
George: Aku marah ketika dia ingin putus dengan alasan yang tidak masuk akal. Tapi, waktu terus berjalan dan dia bukan orang yang kembali untukku.

Smith: Ouch that hurts…
Smith: Aduh itu sakit …

George: That’s not funny.
George: Itu tidak lucu.

Smith: Hahaha… Don’t give up to find your love.
Smith: Hahaha… Jangan menyerah untuk menemukan cintamu.

George: No, I won’t. And why did you run out of the town?
George: Tidak, aku tidak menyerah. Dan mengapa kamu pergi keluar kota?

Smith: You know, man. This is a small town. Life is hard. I need a bigger picture for my future. So, I decided to continue my study overseas and will get a better job. How about you? Do you feel at home?
Smith: Kamu tahu, kawan. Ini adalah kota kecil. Hidup itu keras. Aku butuh gambaran yang lebih besar untuk masa depan ku. Jadi, aku memutuskan untuk melanjutkan studi ku di luar negeri dan akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu betah di rumah?

George: Yeah. I continue my father’s business. He has too old to handle the family business.
George: Ya. Aku melanjutkan bisnis ayah ku. Dia sudah terlalu tua untuk menangani bisnis keluarga.

Smith: Absolutely. Btw, would you like to invite me to your home? I miss your parents.
Smith: Tentu saja. Btw, apakah kamu ingin mengundang ku ke rumah mu? Aku merindukan orang tuamu.

George: With my pleasure, bro.
George: Dengan senang hati, kawan.

Smith: Let’s go.
Smith: Ayo pergi.

George: Come on. I’ll pay the bill.
George: Ayolah. Aku akan membayar tagihannya.

Smith: As like as the old day.
Smith: Sama seperti hari yang lalu.

George: Hahaha…
George: Hahaha …


Kesimpulan

Contoh Dialog Bahasa Inggris tentang Bertemu Teman Lama di atas hanya sepenggal kisah dalam kehidupan sehari-hari. Pesan moral yang ingin disampaikan adalah:

Time to change a man to be a better person.
Seiring berjalannya waktu, manusia bukan hanya berubah dari segi penampilan saja. Tetapi jauh lebih penting adalah kebiasaan buruk yang menjadi lebih baik. Kalian pasti akan mengalaminya suatu hari nanti. PASTI! I’m sure about that 🙂

Hiding is not the best way to face the problem.
Setiap orang memiliki masalahnya sendiri. Tanpa masalah, seseorang tidak akan memiliki pengalaman dalam hidup. Tergantung bagaimana menyikapinya. Bukan dengan bersembunyi dan lari dari masalah tetapi mencari solusi atau jalan keluar dari masalah itu.

Life is hard. 
Maksudnya adalah hidup butuh perjuangan. Dan berjuang untuk hidup adalah bukan perkara mudah. Akan ada lika-liku dan kerikil tajam yang menghadang. Butuh senjata ampuh untuk menghadapinya, salah satunya adalah dengan belajar dengan giat di sekolah.

Don’t give up to find your love.
Cinta memang tidak pernah bosan untuk dibahas tetapi kadang disaat kebosanan melanda akan memudarkan rasa cinta… Ups… Jadi, guys. Jika kalian masih sendiri, jangan menyerah ya untuk mencari pasangannya karena setiap umat manusia ditakdirkan untuk hidup berpasangan. Pertanyaanya adalah, siapa pasangan saya? Find and get her! 🙂

Semoga contoh dialog ini dapat memberikan pesan moral yang bermanfaat di kehidupan kalian serta mengispirasi kalian dalam mengerjakan tugas Bahasa Inggris.

Pelajari Dialog Bahasa Inggris tentang Persahabatan di sini:

Vote your voice for better articles

Best regards: PustakaBahasaInggris.com